Saham Batubara

Dear pembaca,

Blog ini sengaja dibuat untuk menampung keluh kesah, uneg-uneg saya sebagai investor saham yang “untuk saat ini” bisa dibilang “gagal”. Kenapa kata “gagal” diberi kutip? karena kita semua tidak akan pernah tahu yang terjadi ke depan. Mungkin saja tahun 2016 ini menjadi tahun titik balik harga komoditas (ngarep) atau malah tahun ini makin terjungkal.

Di blog ini saya akan buka-bukaan tentang isi portofolio saya. Sebagai permulaan saya akan cerita awal mula sy masuk ke dunia saham. Saat itu tahun 2011 saya sebagai nubi mulai mencoba bermain saham. Modal awal hanya 10 jt. Selang beberapa bulan, saya teryata banyak untungnya dibanding ruginya. Lalu saya mulai top up. Ketika tahun 2012, saya mulai menyadari bahwa saya juga perlu untuk investasi di saham. Biar seperti prinsip bola salju, bunga-berbunga. Mulailah saya membuka akun di sekuritas yang berbeda.

Memasuki tahun 2013, saham batu bara  (coal stock) mulai menukik turun. Saya mulai merasa inilah saatnya untuk mulai mengumpulkan saham coal. Didukung oleh beberapa teman sejawat di twitter (yang sangat tidak bertanggung jawab karena selalu menuliskan Disc ON – mempengaruhi betapa bagusnya saham coal – makin kesini prediksinya makin salah- sekarang menghilang ditelan bumi ) Jadilah saya sejak akhir tahun 2013 mulai mengumpulkan saham berbasis batu bara dan mining.

Awal mula mengumpulkan, saya belum menyadari keputusan yang salah ini. Makin kesini 2014-2015 saya makin sering top up. Jadilah modal saya mendekati 1M (jumlah yang sangat besar bagi saya yang merupakan pegawai biasa ). Uang tersebut murni tabungan + cuan dari trading. Dan tahukah anda bagaimana posisi portofolio saya saat ini? Minusnya udah hampir 500 JUTA !!

*cerita berlanjut*

Standard